GORONTALO, mimoza.tv – Pertumbuhan ekonomi Gorontalo pada triwulan I tahun 2026 menunjukkan tren positif di tengah tekanan fiskal nasional dan kebijakan efisiensi anggaran yang mulai dirasakan di berbagai daerah.
Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), ekonomi Gorontalo tumbuh sebesar 7,68 persen secara tahunan atau year-on-year (y-on-y) dibanding periode yang sama tahun 2025.
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo, Dr. Wathekhi, mengatakan nilai PDRB Gorontalo atas dasar harga berlaku (ADHB) pada triwulan I-2026 tercatat mencapai Rp15,78 triliun. Sementara atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 mencapai Rp9,10 triliun.
“Ekonomi Gorontalo triwulan I-2026 terhadap triwulan I-2025 tumbuh sebesar 7,68 persen,” kata Wathekhi dalam rilis yang digelar di Ruang Vicon Kantor BPS Provinsi Gorontalo, Selasa (5/5/2026).
Ia menjelaskan, dari sisi produksi, sektor Pertambangan dan Penggalian menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 31,34 persen.
“Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai kategori Pertambangan dan Penggalian,” ujarnya.
Selain pertambangan, komponen Ekspor Barang dan Jasa juga menunjukkan pertumbuhan cukup tinggi. Secara tahunan, ekspor tumbuh sebesar 21,77 persen.
Wathekhi menyebut, jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya atau quarter-to-quarter (q-to-q), ekonomi Gorontalo juga masih mencatat pertumbuhan sebesar 1,59 persen.
“Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 29,34 persen,” tambahnya.
Sementara itu, sektor Industri Pengolahan menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi secara triwulanan, yakni sebesar 8,61 persen. Kondisi tersebut mulai menunjukkan adanya pergerakan aktivitas hilirisasi, meski skalanya dinilai belum terlalu besar.
Meski demikian, struktur ekonomi Gorontalo hingga kini masih didominasi sektor primer. Lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi penopang utama ekonomi daerah dengan kontribusi sebesar 36,46 persen.
Di sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi penggerak utama ekonomi Gorontalo dengan kontribusi mencapai 61,48 persen.
Dalam skala regional Sulawesi, kontribusi ekonomi Gorontalo terhadap total perekonomian Pulau Sulawesi tercatat sebesar 3,59 persen. Meski kontribusinya relatif kecil, laju pertumbuhan ekonomi Gorontalo tergolong kompetitif dibanding sejumlah provinsi lain di Sulawesi.
Pertumbuhan ekonomi Gorontalo sebesar 7,68 persen tercatat lebih tinggi dibanding Sulawesi Utara sebesar 5,54 persen, Sulawesi Barat 5,33 persen, serta Sulawesi Tenggara 6,23 persen. Namun angka tersebut masih berada di bawah Sulawesi Tengah yang mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 8,32 persen.
Data tersebut menunjukkan adanya akselerasi ekonomi daerah pada awal tahun 2026. Namun tantangan Gorontalo tidak hanya menjaga pertumbuhan, tetapi juga memperkuat kualitas pertumbuhan agar tidak terlalu bergantung pada konsumsi rumah tangga maupun komoditas mentah.
Penulis: Lukman



