GORONTALO, mimoza.tv – Pendidikan tidak berhenti di balik jeruji besi. Komitmen itulah yang kembali ditunjukkan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Gorontalo dengan memfasilitasi pelaksanaan Ujian Pendidikan Kesetaraan Paket A dan Paket B bagi warga binaan.
Pelaksanaan ujian berlangsung selama tiga hari di ruang pendidikan Lapas Gorontalo, Senin (11/5/2026), melalui program pembinaan yang dijalankan oleh PKBM Pengayoman Lapas Gorontalo.
Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik, Untung Zakaria mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari pembinaan kepribadian di bidang pendidikan bagi warga binaan.
“Sebanyak 13 orang warga binaan mengikuti Ujian Paket A setara Sekolah Dasar (SD), sementara enam orang lainnya mengikuti Ujian Paket B setara Sekolah Menengah Pertama (SMP),” ujar Untung.
Ia menegaskan, program pendidikan kesetaraan menjadi salah satu bentuk komitmen Lapas dalam membuka akses pendidikan bagi warga binaan agar tetap memiliki kesempatan meningkatkan kapasitas diri.
“Melalui program pendidikan kesetaraan ini, kami berharap warga binaan dapat memanfaatkan kesempatan dengan baik untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan akademik mereka,” katanya.
Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Gorontalo, Junaidi Rison menyampaikan, pendidikan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan dan reintegrasi sosial warga binaan.
Menurutnya, program pendidikan kesetaraan tidak sekadar memenuhi hak belajar, tetapi juga menjadi bekal bagi warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat.
“Pendidikan merupakan hak bagi setiap warga negara, termasuk warga binaan pemasyarakatan. Melalui program ini, kami berharap mereka dapat meningkatkan kemampuan akademik dan memiliki motivasi untuk memperbaiki diri,” kata Junaidi.
Ia menambahkan, pembinaan pendidikan akan terus menjadi perhatian utama di lingkungan Lapas Gorontalo sebagai upaya membangun sumber daya manusia yang lebih baik.
“Dengan adanya program pendidikan kesetaraan melalui PKBM Pengayoman, kami berharap warga binaan dapat memperoleh kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan dan membangun masa depan yang lebih baik setelah bebas nantinya,” tutupnya. (rls/luk)



