GORONTALO, mimoza.tv – Di tengah suasana Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang identik dengan makna pengorbanan dan kepedulian sosial, keluarga besar Kejaksaan Tinggi Gorontalo melaksanakan penyembelihan hewan kurban sebagai bentuk rasa syukur sekaligus mempererat kebersamaan dengan masyarakat.
Sebanyak lima ekor sapi kurban disembelih di lingkungan Kejati Gorontalo. Daging kurban kemudian dibagikan kepada para pegawai dan warga sekitar agar manfaat Idul Adha dapat dirasakan lebih luas, bukan hanya di lingkup internal institusi.
Asisten Pembinaan Kejati Gorontalo, Andri Juliansyah mengatakan, kegiatan tersebut sudah menjadi agenda rutin setiap momentum Idul Adha.
“Pada Idul Adha tahun ini Kejati Gorontalo menyembelih sebanyak lima ekor sapi. Daging kurban dibagikan kepada pegawai dan masyarakat sekitar Kejaksaan Tinggi Gorontalo,” ujarnya.
Sebelum proses penyembelihan dilakukan, hewan kurban terlebih dahulu diserahkan secara simbolis kepada panitia kurban. Penyerahan dilakukan langsung oleh Kepala Kejati Gorontalo, Sumurung P. Simaremare bersama Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Wilayah Gorontalo, Ningsih Sumurung P. Simaremare.
Suasana kekeluargaan terlihat mewarnai prosesi penyerahan hingga penyembelihan hewan kurban. Sejumlah pegawai dan panitia tampak terlibat langsung dalam proses distribusi daging kepada penerima.
Di balik seremoni tahunan itu, ada pesan sosial yang sebenarnya cukup penting untuk terus dirawat. Idul Adha bukan hanya soal ritual penyembelihan hewan kurban, tetapi juga momentum untuk mengingat kembali nilai berbagi, empati, dan kedekatan sosial di tengah masyarakat yang makin sibuk dengan urusan masing-masing.
Kegiatan seperti ini mungkin terlihat sederhana. Namun, ketika institusi negara masih menjaga tradisi berbagi kepada masyarakat sekitar, ada ruang kepercayaan sosial yang tetap dipelihara. Sebab pada akhirnya, keberadaan lembaga bukan hanya diukur dari fungsi administratif dan penegakan hukum semata, tetapi juga dari sejauh mana nilai kemanusiaan tetap hidup di dalamnya.
Momentum Idul Adha pun kembali mengingatkan bahwa pengorbanan tidak selalu berbentuk hal besar. Kadang, ia hadir lewat kesediaan untuk berbagi, menjaga silaturahmi, dan memastikan kebahagiaan hari raya ikut dirasakan mereka yang membutuhkan.
Penulis: Lukman



