JAKARTA, mimoza.tv – Harga emas kembali menunjukkan tren positif pada awal pekan. Perdagangan Senin (13/7/2026) dibuka dengan penguatan setelah pasar merespons data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan.
Pelemahan data Nonfarm Payrolls (NFP) membuat ekspektasi kenaikan suku bunga acuan oleh Federal Reserve (The Fed) mereda. Kondisi tersebut mendorong minat investor kembali masuk ke aset yang dinilai aman atau safe haven, termasuk emas.
Sentimen positif itu turut berdampak pada harga emas di pasar domestik.
Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) untuk pecahan 1 gram kini berada di level Rp2.651.000 per gram atau naik Rp1.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Kenaikan yang lebih besar justru terjadi pada harga buyback atau pembelian kembali emas Antam. Nilainya melonjak Rp55.000 menjadi Rp2.400.000 per gram.
Tak hanya Antam, emas batangan Galeri24 juga mencatatkan kenaikan harga. Untuk pecahan 1 gram, harga jual naik Rp21.000 menjadi Rp2.648.000 per gram. Sementara harga buyback meningkat Rp20.000 menjadi Rp2.483.000 per gram.
Di pasar perhiasan, harga emas tanpa surat juga masih berada di level tinggi. Meski dapat berbeda di setiap daerah, kisaran harga yang berlaku di pasar saat ini antara lain:
- 6 karat: Rp565.000 per gram
- 8 karat: Rp730.000 per gram
- 9 karat: Rp830.000 per gram
- 14 karat: Rp1.205.000 per gram
- 16 karat: Rp1.465.000 per gram
- 17 karat: Rp1.575.000 per gram
- 20 karat: Rp1.760.000 per gram
- 21 karat: Rp1.855.000 per gram
- 22 karat: Rp1.950.000 per gram
- 23 karat: Rp2.025.000 per gram
- 24 karat: Rp2.185.000 per gram.
Sementara itu, harga emas batangan lokal atau yang dikenal sebagai emas cukim kadar 24 karat juga ikut menguat dan diperdagangkan di kisaran Rp2.340.000 per gram.
Pergerakan harga emas dalam beberapa hari ke depan masih akan sangat dipengaruhi perkembangan ekonomi global, terutama kebijakan moneter Amerika Serikat. Jika ekspektasi penurunan suku bunga The Fed semakin menguat, harga emas berpeluang tetap bertahan di level tinggi atau bahkan melanjutkan penguatan.
Investor maupun masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen investasi disarankan terus memantau perkembangan pasar global sebelum mengambil keputusan jual maupun beli.
Penulis: Lukman



