Minggu, September 13, 2026
28 °c
Gorontalo
27 ° Sab
26 ° Ming
24 ° Sen
24 ° Sel
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV

Bikin Onar di RS, Tiga Organisasi Pers di Gorontalo Kecam Oknum yang Mengaku Wartawan

by Lukman
September 13, 2026
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Oplus_131072

Oplus_131072

Share on FacebookShare on WhatsappShare On Twitter

GORONTALO — Tiga organisasi pers di Gorontalo, yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), kompak mengecam aksi seorang pria yang mengaku sebagai wartawan saat terjadi keributan di Rumah Sakit (RS) Sitti Khadijah Kota Gorontalo.

Aksi tersebut menjadi perhatian setelah videonya beredar di media sosial, Sabtu (12/9/2026). Dalam video itu, pria yang disebut bernama Jefri Taha terlihat mengamuk dan diduga mengintimidasi tenaga kesehatan. Ia juga menyebut dirinya sebagai jurnalis.

PWI, IJTI, dan AJI menegaskan, profesi wartawan bukan kewenangan khusus untuk menekan, mengancam, atau memperoleh perlakuan istimewa.

Plt Ketua PWI Gorontalo, Fery Apantu, menyebut berdasarkan data organisasi, Jefri Taha tidak tercatat sebagai anggota PWI Gorontalo. PWI juga menyatakan nama yang bersangkutan belum tercatat sebagai wartawan yang memiliki sertifikat kompetensi melalui lembaga uji yang ditetapkan Dewan Pers.

Namun, Fery menegaskan, tidak terdaftar sebagai anggota PWI maupun belum memiliki sertifikat kompetensi tidak otomatis menjadi ukuran tunggal untuk menentukan seseorang sebagai wartawan.

“Kalau benar terjadi intimidasi terhadap dokter dan tenaga kesehatan, itu tidak bisa dibenarkan. Wartawan harus bekerja secara profesional dan menghormati profesi maupun hak orang lain,” ujar Fery.

Sementara itu, IJTI Pengda Gorontalo menilai tindakan dalam video tersebut bukan merupakan kerja jurnalistik. IJTI juga menyatakan berdasarkan penelusuran, yang bersangkutan dan perusahaan yang disebut menaunginya tidak tercatat di Dewan Pers.

IJTI mengingatkan kembali Seruan Dewan Pers Nomor 02/S-DP/XI/2023 tentang Perangkapan Profesi Wartawan dan Keanggotaan LSM, terutama pentingnya menjaga independensi, kredibilitas, dan integritas profesi jurnalis.

Senada dengan itu, AJI Gorontalo menegaskan bahwa jurnalis meliput, bukan mengancam. Profesi jurnalis, kata AJI, bukan kartu kekebalan dan bukan kewenangan untuk memaksa pihak lain mengikuti kehendak wartawan.

Fungsi kontrol sosial harus dijalankan melalui kerja jurnalistik dengan mengedepankan verifikasi, konfirmasi, keberimbangan, independensi, dan etika.

Ketiga organisasi pers tersebut mendorong persoalan itu diproses sesuai ketentuan hukum apabila ditemukan unsur pelanggaran.

PWI juga meminta manajemen RS Sitti Khadijah tidak ragu menempuh jalur hukum apabila terdapat bukti intimidasi, ancaman, atau tindakan lain yang memenuhi unsur pidana.

“Jangan takut hanya karena yang bersangkutan mengaku sebagai wartawan,” tegas Fery.

PWI, IJTI, dan AJI turut mengimbau masyarakat untuk memeriksa identitas pers dan legalitas media ketika berhadapan dengan orang yang mengaku sebagai wartawan.

Bagi ketiga organisasi tersebut, menjaga kemerdekaan pers bukan berarti membenarkan tindakan yang mengatasnamakan profesi wartawan. Kebebasan pers tetap harus berjalan bersama profesionalitas, tanggung jawab, etika, dan hukum.

Berita Terkait

75 UMKM Kuliner Ramaikan HARFEST 2026, Transaksi Rp3,3 Miliar Tahun Lalu Jadi Pembanding

September 13, 2026

Dua Anggota TACB Tarik Tanda Tangan di Rekomendasi Eks Rumah Jawatan Kantor Pos, Siap Jadi Saksi Mahkota

September 12, 2026

Vonis Perkara Kanal Banjir Tanggidaa, Haji Pepen dan Handoyo di Bawah Tuntutan JPU

September 12, 2026

Begini Pesan Bambang Saat Buka Festival Kuliner, HARFEST 2026

Alih Status Kepemilikan Eks Rumah Jawatan: Mengapa Tak Dikaji Sebelum Jadi Cagar Budaya?

Komisi III Deprov Gorontalo Tinjau Jembatan Merah Putih Hutuo, Espin: Akses Penting bagi Warga

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

  • Login
  • Index Berita
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Sosial Budaya
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kabar Kampus
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lingkungan
    • Musik
    • Olahraga
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Sekitar Kita
    • Unik
No Result
View All Result

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version