JAKARTA, mimoza.tv — Presiden Prabowo Subianto kembali merombak Kabinet Merah Putih. Salah satu perubahan paling mencolok terjadi di Kementerian Keuangan.
Prabowo resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026).
Suahasil sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Dengan pelantikan tersebut, ia kini dipercaya memimpin kementerian yang memegang peran strategis dalam pengelolaan keuangan negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pelantikan Suahasil menjadi bagian dari agenda reshuffle Kabinet Merah Putih yang dilakukan Prabowo pada Senin hari ini. Pergantian tersebut sekaligus menjadikan Suahasil sebagai Menteri Keuangan ketiga pada masa pemerintahan Prabowo.
Dalam prosesi pelantikan, Prabowo membacakan sumpah jabatan yang kemudian diikuti Suahasil.
“Bahwa saya, akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,” kata Prabowo saat membacakan sumpah jabatan.
Setelah pengucapan sumpah, Suahasil menandatangani berita acara pengambilan sumpah. Prosesi kemudian ditutup dengan pemberian ucapan selamat oleh Presiden Prabowo.
Dari Akademisi ke Bendahara Negara
Suahasil Nazara bukan wajah baru di lingkungan Kementerian Keuangan.
Pria kelahiran Jakarta, 23 November 1970, tersebut merupakan ekonom dan akademisi Universitas Indonesia. Ia memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada 1994, kemudian melanjutkan pendidikan master di Cornell University, Amerika Serikat, dan meraih gelar doktor dari University of Illinois at Urbana-Champaign pada 2003.
Karier Suahasil di dunia akademik dimulai sebagai dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia pada 1999. Ia kemudian dipercaya menjadi guru besar pada 2009.
Di lingkungan FEB UI, Suahasil pernah menjabat Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi, Kepala Lembaga Demografi, hingga Ketua Departemen Ilmu Ekonomi.
Kariernya kemudian semakin dekat dengan kebijakan ekonomi pemerintah. Ia pernah menjadi anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal, Koordinator Kelompok Kerja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), serta anggota Komite Ekonomi Nasional.
Pada 2015, Suahasil mulai masuk lebih jauh ke dalam lingkar kebijakan fiskal dengan menjabat Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan. Setahun kemudian ia dipercaya sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal definitif.
Pada Oktober 2019, Presiden Joko Widodo menunjuk Suahasil sebagai Wakil Menteri Keuangan. Posisi tersebut kemudian tetap dipercayakan kepadanya pada pemerintahan Prabowo sebelum akhirnya hari ini naik menjadi Menteri Keuangan.
Menjelang pergantian jabatan, Suahasil masih aktif menyampaikan kebijakan pemerintah terkait perekonomian dan APBN. Pada Agustus 2026, misalnya, ia menyampaikan strategi pemerintah dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027.
Reshuffle Kabinet
Pergantian Suahasil dari posisi Wakil Menteri menjadi Menteri Keuangan menjadi salah satu perubahan penting dalam reshuffle kabinet Prabowo pada Senin (14/9/2026).
Sejumlah pejabat sebelumnya telah dipanggil ke Istana Negara menjelang agenda pelantikan. Pemanggilan tersebut memicu spekulasi mengenai perombakan sejumlah posisi dalam Kabinet Merah Putih.
Pergantian Purbaya juga menjadi perhatian karena posisi Menteri Keuangan merupakan salah satu jabatan paling strategis dalam pemerintahan. Menteri Keuangan berperan dalam merumuskan kebijakan fiskal, mengelola APBN, serta menjaga kesinambungan keuangan negara.
Sebelum Suahasil, posisi tersebut sempat diisi Sri Mulyani Indrawati pada awal pemerintahan Prabowo, sebelum kemudian digantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Dengan masuknya Suahasil, komposisi pucuk pimpinan Kementerian Keuangan kembali berubah.
Belum ada penjelasan resmi yang menjadi dasar pergantian Purbaya dalam sumber yang tersedia. Karena itu, berbagai spekulasi mengenai alasan pergantian tersebut perlu ditempatkan sebagai informasi yang belum terkonfirmasi.
Yang jelas, Presiden Prabowo kini menyerahkan kendali kebijakan fiskal kepada figur yang sudah lama berada di lingkungan Kementerian Keuangan dan memiliki latar belakang kuat di bidang ekonomi serta kebijakan fiskal.



