Gorontalo, mimoza.tv – Gebyar UMKM 2026 tak sekadar menjadi ajang pameran produk lokal. Selama tiga hari pelaksanaan, geliat ekonomi rakyat terlihat nyata, dengan lonjakan transaksi yang menandai semakin kuatnya peran UMKM dalam menopang ekonomi daerah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Bambang Satya Permana, menyebut antusiasme masyarakat tahun ini menunjukkan bahwa UMKM Gorontalo tidak lagi berjalan di tempat.
“Partisipasi masyarakat sangat tinggi. Ini menjadi indikator bahwa UMKM Gorontalo semakin berkembang dan mendapat tempat di hati masyarakat,” ujar Bambang, Ahad (26/4/2026).
Sebanyak 235 UMKM binaan dan mitra ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari sektor fashion, kerajinan, olahan pangan, kopi, kuliner, hingga pangan organik dari klaster pertanian dan pondok pesantren.
Selama penyelenggaraan, jumlah pengunjung mencapai sekitar 9.500 orang. Dari angka tersebut, total transaksi penjualan menembus Rp1.153.295.500.
Capaian ini melonjak hingga 150 persen dibanding pelaksanaan tahun sebelumnya.
“Peningkatan transaksi ini menunjukkan bahwa kualitas produk lokal kita semakin kompetitif, sekaligus membuktikan bahwa penguatan ekosistem UMKM mulai memberikan hasil konkret,” kata Bambang.
Tak hanya penjualan langsung, Gebyar UMKM juga mencatat realisasi business matching senilai Rp3,5 miliar lebih.
Rinciannya, pembiayaan perbankan untuk UMKM mencapai Rp3 miliar, sementara kerja sama penjualan dengan retail modern menyentuh Rp504 juta. Bagi Bank Indonesia, angka ini lebih dari sekadar nominal.
“Yang kita bangun bukan hanya transaksi sesaat, tetapi akses pembiayaan dan perluasan pasar yang berkelanjutan,” tegas Bambang.
Gebyar UMKM 2026 juga dirancang sebagai ruang edukasi dan inovasi. Berbagai seminar dan talkshow digelar, mulai dari Seminar Nasional Wastra bertema tren warna menuju pasar global, diskusi industri kopi lokal, hingga pengembangan UMKM berbasis keberlanjutan.
Tak hanya itu, panggung kreativitas juga dibuka lebar melalui Fashion Show Kebaya Karawo Kartini, peragaan karya 22 desainer lokal APPMI, serta berbagai kompetisi seperti Duta UMKM, inovasi pangan, storytelling, musikalisasi puisi, hingga fotografi. Ratusan peserta terlibat dalam seluruh rangkaian tersebut.
Di tengah maraknya agenda promosi ekonomi daerah, Gebyar UMKM 2026 memberi sinyal berbeda: ketika pembinaan, pembiayaan, pasar, dan promosi dipadukan dalam satu ekosistem. Bambang menekankan, keberhasilan UMKM membutuhkan kesinambungan.
“Gebyar UMKM adalah momentum. Tugas berikutnya adalah memastikan para pelaku UMKM terus bertumbuh, berinovasi, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” pungkasnya.
Penulis: Lukman.



