GORONTALO, mimoza.tv — Upaya mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkotika di dalam Lapas Kelas IIA Gorontalo tidak hanya dilakukan melalui penggeledahan kamar hunian.
Pada razia gabungan yang digelar Kamis (17/9/2026), jajaran Lapas Gorontalo juga melakukan tes urine secara acak terhadap warga binaan. Pemeriksaan serupa turut menyasar petugas yang sedang berdinas.
Kalapas Kelas IIA Gorontalo, Junaidi Rison, mengatakan sebanyak 20 warga binaan menjalani tes urine dalam kegiatan tersebut.
“Kita melakukan tes urine kepada 20 warga binaan, termasuk anggota kita yang bertugas hari ini,” kata Junaidi Rison, Kamis (17/9/2026).
Menurut Junaidi, pemilihan warga binaan dilakukan secara acak. Pemeriksaan tidak hanya diarahkan kepada warga binaan yang sedang menjalani hukuman dalam perkara narkotika.
Langkah tersebut, kata dia, merupakan bagian dari upaya deteksi dini terhadap kemungkinan penyalahgunaan narkotika di dalam lapas.
“Inilah bentuk antisipasi kita, karena tidak menutup kemungkinan di dalam lapas itu bisa saja yang bukan terlibat kasus narkotika menggunakan narkotika. Jadi kita tes secara acak,” ujarnya.
Tes urine terhadap petugas juga menjadi bagian dari pengawasan internal. Jajaran Lapas Gorontalo ingin memastikan upaya pencegahan tidak hanya diberlakukan kepada warga binaan, tetapi juga mencakup personel yang bertugas di dalam lingkungan lapas.
Junaidi mengatakan langkah tersebut sejalan dengan upaya Lapas Gorontalo memperkuat pembinaan sekaligus mencegah berbagai potensi pelanggaran di dalam lapas.
Selain narkotika, pengawasan juga diarahkan pada penggunaan telepon seluler ilegal serta praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum petugas.
“Makanya kita lakukan deteksi dini ini agar hal-hal tersebut tidak terjadi di dalam lapas,” pungkasnya.
Rangkaian pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban Lapas Kelas IIA Gorontalo, sekaligus memastikan proses pembinaan warga binaan berjalan tanpa terganggu oleh narkotika maupun pelanggaran lainnya.
Penulis: Lukman



