Kab. Gorontalo, mimoza.tv — Kasus dugaan perundungan terhadap seorang siswi di SMPN 8 Satap Telaga Biru menyita perhatian publik setelah video kejadian tersebut viral di media sosial. Kamis, ( 16/04/26 )
Rekaman berdurasi sekitar 45 detik yang diunggah oleh akun Facebook bernama Fatra Amara memperlihatkan seorang siswi diduga menjadi korban kekerasan oleh rekan sebayanya. Setelah ditelusuri, peristiwa tersebut diketahui melibatkan siswa di SMPN 8 Satap Telaga Biru.
Kepala sekolah, Imran Rahman, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa kejadian itu berlangsung di luar lingkungan sekolah dan di luar jam belajar. Meski demikian, pihak sekolah menegaskan tidak akan mentolerir tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun.
Berdasarkan hasil penelusuran internal, insiden tersebut dipicu oleh kesalahpahaman. Pelaku yang merupakan siswa kelas 9 diduga tersinggung karena merasa korban, siswa kelas 7, memandangnya dengan cara yang dianggap tidak menyenangkan.
Pihak sekolah telah mempertemukan kedua belah pihak bersama orang tua masing-masing guna mencari solusi terbaik atas permasalahan tersebut. Imran juga menegaskan komitmen sekolah untuk bersikap terbuka dan tidak menutup-nutupi kasus ini.
“Peristiwa ini terjadi di luar lingkungan sekolah dan di luar jam belajar, namun kami tetap memberikan perhatian serius. Kami tidak mentolerir segala bentuk kekerasan dan telah mempertemukan kedua belah pihak bersama orang tua untuk mencari solusi,” ujar Imran Rahman.
Ia juga merekomendasikan kepada orang tua korban untuk menempuh jalur hukum agar memberikan efek jera dan mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
Sebagai langkah pencegahan, pihak sekolah terus memperkuat edukasi kepada siswa terkait dampak negatif perundungan. Namun, Imran mengakui keterbatasan pengawasan, terutama jika kejadian terjadi di luar lingkungan sekolah.
“Kami terus mengedukasi siswa tentang bahaya bullying, tetapi pengawasan tentu terbatas jika di luar sekolah. Karena itu kami berharap peran aktif orang tua dalam mengawasi perilaku anak,” tambahnya.
Penulis: Isa Uwaya



