Senin, Juni 8, 2026
28 °c
Gorontalo
27 ° Sab
26 ° Ming
24 ° Sen
24 ° Sel
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV

Mengapa KUD Zaman Pak Harto Banyak yang Kolaps?

by Redaksi
September 16, 2025
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on WhatsappShare On Twitter

Pada era Orde Baru, Koperasi Unit Desa (KUD) muncul sebagai tulang punggung ekonomi pedesaan. Hampir 9.000 unit dibentuk di seluruh Indonesia, dengan anggota mencapai sekitar 13,4 juta kepala keluarga. Dalam dokumen sejarah dan liputan Media Indonesia, KUD digadang-gadang sebagai solusi penyediaan pupuk, distribusi beras, dan kredit murah bagi petani.

Namun, sejarah mencatat kenyataan getir: banyak KUD akhirnya “tinggal nama” atau kolaps. Di Jawa Barat, misalnya, dari 486 KUD yang tercatat, 170 unit dilaporkan tidak aktif, sekitar 35 persen. Di banyak daerah lain, proporsi KUD aktif hanya tinggal 30 persen dari jumlah puncak pembentukan. (Media Indonesia)

Apa penyebabnya? Kajian lapangan dan laporan sejarah menggarisbawahi beberapa pola:

Baca juga

Dugaan Penyimpangan Dana Koperasi Tirta Bone Masuk Tahap Dua, Empat Tersangka Ditahan

Kabar Duka dari Gorontalo: Mohamad Kilat Wartabone Tutup Usia, Jejak Pengabdiannya Tak Mudah Dilupakan

  1. Ketergantungan pada subsidi dan proteksi negara: saat bantuan pemerintah dicabut, KUD kehilangan model bisnis.
  2. Manajemen ditunjuk dari atas: pengurus yang tidak kompeten dan politisasi lembaga membuat manajemen buruk.
  3. Masalah kredit macet: program kredit usaha tani (KUT) tidak selalu kembali, menghancurkan finansial KUD.
  4. Perubahan ekonomi dan pasar: liberalisasi dan kompetisi baru membuat fungsi KUD sebagai distributor lokal pupuk atau beras kehilangan relevansi.

Sejarah KUD memberi pelajaran penting: koperasi sejati harus tumbuh dari bawah, oleh dan untuk anggota, bukan dibentuk sepihak oleh pemerintah atau penguasa. Seorang ekonom senior pernah menekankan, “Koperasi hanya bisa hidup kalau anggotanya merasa membangun rumah sendiri, bukan menumpang di rumah orang lain.”

Refleksi ini relevan bagi siapa pun yang merancang kebijakan ekonomi berbasis koperasi hari ini. Membangun dari atas mungkin terlihat efisien, tetapi membangun dari bawah adalah satu-satunya cara untuk memberi daya tahan. Tanpa roh partisipasi anggota dan kepemilikan sejati, koperasi — sekokoh apapun awalnya — bisa runtuh begitu bantuan berhenti.


🔗 Sumber Referensi

  • Media Indonesia: Peran KUD Mesti Dihidupkan Lagi
  • Induk-KUD.com: KUD Sudah Saatnya Berganti Kemasan
  • Konsentris.id: Dari KUD ke Koperasi Merah Putih
  • Espos News: Jalan Panjang KUD yang Ngehits di Zaman Pak Harto

Berita Terkait

Dugaan Penyimpangan Dana Koperasi Tirta Bone Masuk Tahap Dua, Empat Tersangka Ditahan

Juni 8, 2026

Kabar Duka dari Gorontalo: Mohamad Kilat Wartabone Tutup Usia, Jejak Pengabdiannya Tak Mudah Dilupakan

Juni 8, 2026
Dhanny Ramadhan Ishak

Asesmen Jadi Penentu Gelar Perkara, Penasihat Hukum Pelapor: Apakah Keterangan Anak Sudah Benar-Benar Bebas dari Pengaruh Lingkungan?

Juni 7, 2026

Bukan Sekadar Motor Tua, Deretan Honda Klasik Ini Justru Makin Diburu Kolektor

Dari Warung ke Keluarga Besar, Keday MIB Rajut Kebersamaan di Pesisir Boalemo

Mendagri Resmikan PAW Aswan Djamaluddin, Status Mustafa Yasin di DPRD Gorontalo Berakhir

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

  • Login
  • Index Berita
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Sosial Budaya
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kabar Kampus
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lingkungan
    • Musik
    • Olahraga
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Sekitar Kita
    • Unik
No Result
View All Result

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version