Selasa, Februari 10, 2026
28 °c
Gorontalo
27 ° Sab
26 ° Ming
24 ° Sen
24 ° Sel
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV

Pengamat yang Tak Paham Substansi, Hanya Pelihara Kedunguan

by Lukman Polimengo
Mei 14, 2025
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on WhatsappShare On Twitter

Oleh: Sindu Abdul Aziz

Di tengah gempita demokrasi lokal yang semakin riuh dengan opini dan komentar, hadirlah sebuah tulisan berjudul “Kesesatan Berpikir Jubir Wali Kota Gorontalo” oleh Lion Hidjun. Sebuah karya yang tampaknya ditulis dengan penuh semangat, meski sayangnya tanpa ditemani oleh kedalaman substansi maupun data yang seharusnya menjadi sahabat akrab seorang “pengamat.”

Tulisan tersebut, bukannya memperkaya ruang diskusi publik, malah menjelma jadi etalase opini yang kosong isi namun nyaring bunyinya. Jika ini adalah bentuk “pengamatan”, maka tampaknya teropong yang dipakai bukan milik ilmuwan, tapi senter rusak yang baterainya habis.

Baca juga

BK DPRD Gorut Tegaskan Putusan Etik Disampaikan di Paripurna

Saat BPK Audit, Isu Perjadis Aleg Gorut Ramai Dibahas

Jurubicara Wali Kota Gorontalo, dalam klarifikasinya, sudah menyampaikan dengan gamblang bahwa realisasi PAD Kota Gorontalo di Triwulan I 2025 yang sebesar 18,16 persen bukanlah fenomena tunggal atau tanda kiamat fiskal. Bahkan data resmi dari Kementerian Dalam Negeri menunjukkan banyak kota lain di republik ini—termasuk yang lebih besar dan lebih tua—mengalami capaian PAD yang lebih rendah.

Namun bagi Lion, tampaknya angka hanyalah ornamen. Data hanyalah pelengkap cerpen. Dan kritik, alih-alih berbasis riset, malah jadi wahana pelepas dendam intelektual.

Ia menuduh pemerintah melakukan “defleksi,” padahal tulisan beliau sendiri justru berputar-putar seperti komidi putar yang kehilangan sumbu tengah. Yang dikritik adalah angka, tapi yang dipersoalkan adalah gaya bahasa. Yang dipermasalahkan adalah realisasi fiskal, tapi yang diserang adalah juru bicara. Seperti membeli buku ekonomi, tapi berharap isinya novel roman.

Jika Lion benar pengamat, maka patut ditanyakan: di mana analisanya? Di mana datanya? Apa variabel perbandingannya? Jangan-jangan yang diamati bukan kondisi fiskal, tapi kolom komentar media sosial.

Dan tentu, sebagai pengamat, ada satu nasihat sederhana yang mungkin bisa direnungkan: “Jangan mengukur kaki sendiri dengan sepatu orang lain, tidak akan cocok.” Sebab menilai kinerja anggaran hanya dari sudut pandang pribadi, tanpa mempertimbangkan beban administratif, regulasi fiskal, dan dinamika pusat-daerah, adalah seperti menilai ikan dari cara memanjat pohon.

Sikap pemerintah tidak antikritik. Justru, pemerintah Kota Gorontalo membuka ruang seluas-luasnya untuk diskusi terbuka, transparan, dan berbasis fakta. Tapi tentu, diskusi butuh kesetaraan nalar, bukan hanya kecepatan mengetik opini tanpa cek silang.

Tulisan Lion bukan kritik, tapi lelucon yang dibungkus serius. Bukan pengamatan, tapi pernyataan yang kesepian dari data. Maka wajarlah jika publik bertanya: apakah ini pengamat sungguhan, atau hanya komentator dadakan yang merindukan panggung?

Karena kritik yang baik ibarat kopi pahit: kuat, tajam, tapi tetap menyegarkan. Sedangkan opini yang tak berbasis data hanyalah air gula basi—manis di awal, mual di akhir.

Berita Terkait

Fitri Yusuf Husain

BK DPRD Gorut Tegaskan Putusan Etik Disampaikan di Paripurna

Februari 10, 2026

Saat BPK Audit, Isu Perjadis Aleg Gorut Ramai Dibahas

Februari 10, 2026
Dewan Pers bersama sejumlah organisasi pers mendeklamasikan Deklarasi Pers Nasional 2026.

Deklarasi Pers Nasional 2026: Pers Desak Perlindungan Hak Cipta dan Kompensasi Adil dari Platform Digital

Februari 9, 2026

Seleksi Tim Ahli DPRD Gorontalo Dipertanyakan, Transparansi Penggunaan APBD Jadi Sorotan

Pasien Cuci Darah di Indonesia Tembus 200 Ribu Orang

Kajati Gorontalo Canangkan WBBM 2026, Tekankan Integritas dan Pelayanan Tanpa Pungli

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

  • Login
  • Index Berita
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Sosial Budaya
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kabar Kampus
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lingkungan
    • Musik
    • Olahraga
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Sekitar Kita
    • Unik
No Result
View All Result

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version