BONE BOLANGO, mimoza.tv – Mengawali Tahun Ajaran Baru 2026/2027, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Gorontalo menggelar upacara dan seremoni pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 6 Bone Bolango, Senin pagi.
Kegiatan yang berlangsung di Aula BPMP Gorontalo, Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, ini merupakan bagian dari pembukaan MPLS secara nasional yang digelar di 17 lokasi Sekolah Nasional Terintegrasi di seluruh Indonesia.
Pembukaan dilaksanakan secara hybrid dan terhubung langsung melalui Zoom Meeting dengan lokasi SNT Bogor, Jawa Barat, serta dibuka secara resmi oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI DR. Abdul Mu’ti.
Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Bone Bolango, Kepala BPMP Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo, Kepala SNT 6 Bone Bolango beserta para guru, kepala dinas pendidikan kabupaten/kota dan undangan lainnya.
Dalam upacara tersebut, Sekda Bone Bolango yang bertindak sebagai pembina upacara mengingatkan siswa bahwa sekolah bukan sekadar tempat memperoleh nilai maupun ijazah, tetapi juga ruang untuk menggali potensi diri, membangun persahabatan, belajar menghargai perbedaan dan melatih kedisiplinan. Siswa juga diminta tidak takut memulai, bertanya maupun mencoba.
Saat ditemui awak media, Kepala BPMP Provinsi Gorontalo menjelaskan, SNT merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026.
Sekolah ini memiliki visi menjadi katalisator peningkatan mutu pendidikan sekaligus pusat pembelajaran yang tidak hanya diperuntukkan bagi siswa SNT, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh sekolah-sekolah di sekitarnya.
“Sekolah ini diharapkan menjadi katalisator untuk menggerakkan dan meningkatkan mutu pendidikan. Bukan hanya menjadi tempat belajar bagi siswa di sini, tetapi juga dapat menjadi pusat pembelajaran bagi sekolah-sekolah di sekitarnya,” jelasnya.
Menurutnya, SNT diarahkan untuk mencetak anak-anak yang unggul, berdaya saing dan kompetitif.
Karena merupakan sekolah baru, MPLS menjadi tahapan penting untuk mengenalkan lingkungan sekolah, sistem pembelajaran dan budaya sekolah kepada para siswa. MPLS juga dimanfaatkan untuk melakukan asesmen awal terhadap kemampuan siswa.
Kemampuan seperti Bahasa Inggris, IPA dan kompetensi lainnya akan dipetakan untuk mengetahui posisi masing-masing anak. Hasil pemetaan tersebut nantinya menjadi dasar dalam memberikan pembelajaran sesuai kebutuhan dan potensi siswa.
Saat ini SNT 6 Bone Bolango masih berada dalam masa transisi. Sejumlah fasilitas BPMP dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran, mulai dari ruang kelas, laboratorium komputer, perpustakaan hingga ruang kepala sekolah.
Jika tidak ada kendala, pembangunan sekolah permanen dijadwalkan dimulai pada Oktober 2026.
Nantinya akan dibangun ruang kelas, lapangan, fasilitas olahraga, masjid serta berbagai fasilitas penunjang pendidikan lainnya.
SNT juga tidak menerapkan sistem boarding, sehingga siswa tetap memiliki kesempatan untuk tumbuh dan belajar bersama keluarga.
Pada tahap awal, SNT memiliki jenjang SMP dan SMA. Masing-masing jenjang memiliki 40 siswa yang terbagi dalam dua kelas dengan sekitar 20 siswa per kelas.
Kepala BPMP menambahkan, BPMP mendapat amanah mengawal pelaksanaan sekolah selama masa transisi hingga Desember. Setelah itu, sekolah akan berdiri dan dikelola sebagai unit tersendiri.
Mayoritas siswa berasal dari Bone Bolango, namun terdapat pula siswa dari Kota Gorontalo dan daerah lainnya.
Ia berharap keberadaan SNT mendapat dukungan masyarakat dan mampu melahirkan generasi yang cerdas, sehat, unggul dan memiliki daya saing.
Sementara itu, Kepala SNT 6 Bone Bolango menjelaskan, tenaga pendidik yang mengajar di sekolah tersebut telah melalui proses seleksi secara nasional.
Dari 12 tenaga pendidik yang saat ini bertugas, empat orang berasal dari Provinsi Gorontalo, sementara delapan lainnya berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan.
“Seleksi dilakukan secara nasional untuk memastikan guru-guru yang ditempatkan merupakan guru terbaik se-Indonesia. Kesempatan diberikan kepada siapa saja yang memenuhi kualifikasi untuk mengikuti seleksi,” ujarnya.
Menurutnya, para tenaga pendidik juga akan terus dikontrol kualitas dan performanya untuk memastikan layanan pendidikan maupun administrasi sekolah berjalan dengan baik.
Untuk tahap awal, 12 tenaga pendidik tersebut berstatus sebagai tenaga pendamping pembelajaran.
Meski demikian, mereka tetap menjalankan fungsi pembelajaran seperti guru. Status tersebut digunakan karena sekolah masih berada pada tahap awal penyelenggaraan.
Rencananya, pada akhir 2026 akan dibuka seleksi guru dengan status CPNS atau PNS.
Kepala SNT 6 juga menegaskan, para tenaga pendidik yang saat ini bertugas memiliki kualifikasi sebagai guru dan sebagian di antaranya telah mengikuti pendidikan profesi guru.
Ia berharap program yang menjadi arahan Presiden tersebut benar-benar diwujudkan melalui layanan pendidikan terbaik.
Layanan tersebut tidak hanya menyangkut pembelajaran, tetapi juga pembinaan potensi, minat dan bakat siswa agar mereka memiliki ruang untuk berkembang dan berkarya.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo, Sudarman Samad, mengatakan, sosialisasi mengenai SNT telah dilakukan sejak awal pelaksanaan program.
Dinas Pendidikan juga ikut memantau proses Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB.
Menurutnya, pengisian peserta didik untuk jenjang SMA akan terus dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak.
Saat ini jenjang SMA baru diisi siswa kelas 10 sebagai angkatan pertama. Mereka nantinya akan naik secara bertahap hingga kelas 12.
Kemudian, pada tahun ketiga, siswa SMP Terintegrasi yang telah menyelesaikan kelas 9 diharapkan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA di sekolah tersebut.
“Kami berharap Sekolah Nasional Terintegrasi ini ke depan dapat menjadi salah satu pusat pendidikan dan menjadi salah satu rujukan atau kiblat pendidikan, khususnya di Bone Bolango dan Provinsi Gorontalo,” ujarnya.
Ia berharap keberadaan SNT dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pendidikan sekaligus menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Bone Bolango.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bone Bolango mengatakan, pemerintah daerah bersyukur karena Bone Bolango dipilih sebagai lokus keberadaan Sekolah Nasional Terintegrasi.
Menurutnya, keberadaan SNT akan semakin memperkuat Bone Bolango sebagai kawasan pendidikan.
Sebelumnya, Bone Bolango juga telah memiliki Sekolah Garuda.
“Pemerintah daerah tentu berkomitmen untuk memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program ini. Kita sudah berbagi peran dan salah satu tanggung jawab pemerintah daerah adalah memberikan dukungan terkait penyediaan lahan,” kata Sekda.
Ia menyebut pembangunan SNT mendapat dukungan pembiayaan langsung dari Kementerian.
Pemkab Bone Bolango juga telah diarahkan Bupati untuk menyiapkan langkah-langkah terkait pengadaan lahan sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur sekolah.
Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga pendidik dan masyarakat, SNT 6 Bone Bolango diharapkan tidak hanya menjadi sekolah baru, tetapi berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan unggulan di Gorontalo.
Sekolah ini diharapkan mampu mencetak generasi yang cerdas, sehat, berkarakter, memiliki potensi dan bakat yang berkembang, serta siap bersaing di masa depan.
(Lan/mmz03)



