Selasa, Mei 12, 2026
28 °c
Gorontalo
27 ° Sab
26 ° Ming
24 ° Sen
24 ° Sel
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV

Sejarah May Day: Dari Tragedi Chicago hingga Menjadi Simbol Perjuangan Buruh Dunia

by Lukman
Mei 1, 2026
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on WhatsappShare On Twitter

GORONTALO,mimoza.tv – Setiap tanggal 1 Mei, jutaan pekerja di berbagai negara memperingati May Day atau Hari Buruh Internasional sebagai simbol perjuangan kelas pekerja dalam menuntut hak-hak dasar, keadilan sosial, dan perlindungan kerja.

Sejarah May Day berakar dari gelombang aksi besar-besaran buruh di Amerika Serikat pada 1 Mei 1886. Saat itu, puluhan ribu buruh, terutama di Chicago, turun ke jalan menuntut penerapan sistem kerja delapan jam sehari. Tuntutan mereka dikenal melalui slogan terkenal: “8 jam kerja, 8 jam istirahat, dan 8 jam rekreasi.”

Aksi tersebut menjadi bagian dari gerakan nasional yang melibatkan ratusan ribu pekerja di berbagai kota industri. Namun perjuangan itu mencapai titik tragis dalam peristiwa Haymarket pada 4 Mei 1886 di Chicago. Saat demonstrasi damai berlangsung, ledakan bom dan bentrokan antara massa buruh dengan aparat kepolisian memicu pertumpahan darah yang menewaskan sejumlah polisi dan demonstran.

Baca juga

GCW Desak BK DPRD Provinsi Gorontalo Paripurnakan Putusan Etik Mustafa Yasin

Wujudkan Hak Pendidikan, Lapas Gorontalo Fasilitasi Ujian Paket A dan B bagi Warga Binaan

Tragedi Haymarket kemudian menjadi tonggak sejarah gerakan buruh global. Para aktivis buruh ditangkap, diadili, bahkan beberapa dijatuhi hukuman mati, meski kontroversi mengenai keadilan proses hukum masih terus diperdebatkan.

Tiga tahun kemudian, pada 1889, Kongres Sosialis Internasional di Paris secara resmi menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional. Penetapan ini dimaksudkan untuk mengenang perjuangan buruh Chicago sekaligus memperkuat solidaritas pekerja di seluruh dunia.

Sejak saat itu, May Day berkembang menjadi simbol perjuangan global bagi buruh dalam memperjuangkan upah layak, kondisi kerja manusiawi, perlindungan sosial, dan kebebasan berserikat.

Di Indonesia, Hari Buruh sempat mengalami pasang surut dalam sejarah politik nasional. Namun sejak tahun 2014, pemerintah resmi menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional. Kebijakan ini menjadi pengakuan atas pentingnya peran pekerja sekaligus momentum refleksi terhadap kondisi ketenagakerjaan di Tanah Air.

Kini, May Day tidak hanya menjadi peringatan sejarah, tetapi juga pengingat bahwa hak-hak pekerja merupakan bagian penting dari pembangunan ekonomi yang adil dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Divisi Advokasi dan Litigasi GCW, Hirsam Gustiawan.

GCW Desak BK DPRD Provinsi Gorontalo Paripurnakan Putusan Etik Mustafa Yasin

Mei 11, 2026
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Gorontalo dengan memfasilitasi pelaksanaan Ujian Pendidikan Kesetaraan Paket A dan Paket B bagi warga binaan.
Pelaksanaan ujian berlangsung selama tiga hari di ruang pendidikan Lapas Gorontalo, Senin (11/5/2026), melalui program pembinaan yang dijalankan oleh PKBM Pengayoman Lapas Gorontalo. Foto: Humas Lapas kelas IIA Gorontalo.

Wujudkan Hak Pendidikan, Lapas Gorontalo Fasilitasi Ujian Paket A dan B bagi Warga Binaan

Mei 11, 2026

Pertanian Masih Dominan, Berikut Daftar Struktur PDRB Gorontalo Triwulan Pertama 2026

Mei 11, 2026

Angkatan Kerja Gorontalo Naik, Sektor Pertanian Masih Jadi Penopang Utama

Ekonomi Gorontalo Tumbuh 7,68 Persen pada Triwulan I 2026

Utang Negara Nyaris Rp10.000 Triliun, APBN Mulai Dihimpit Bunga dan Rupiah

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

  • Login
  • Index Berita
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Sosial Budaya
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kabar Kampus
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lingkungan
    • Musik
    • Olahraga
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Sekitar Kita
    • Unik
No Result
View All Result

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version