GORONTALO UTARA, mimoza.tv – Ada yang berbeda dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Gorontalo Utara tahun ini. Bukan sekadar seremonial, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara bersama Bank Indonesia (BI) resmi menyulap kawasan Coffee Street di Blok Plan menjadi kawasan transaksi non-tunai, Minggu (26/04/2026).
Langkah berani ini diambil sebagai kado spesial untuk Bumi “Gerbang Emas”. Melalui peresmian ini, para penikmat kopi dan pengunjung di pusat keramaian perkantoran tersebut didorong untuk mulai meninggalkan uang tunai dan beralih ke sistem digital menggunakan QRIS.
Sinergi Modernisasi Ekonomi Mengangkat tema “Bersinergi untuk Kemajuan Gorontalo Utara”, inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Pemkab Gorontalo Utara dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo. Tujuannya jelas: menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif, modern, dan tentu saja transparan.
Pihak Bank Indonesia terus menggencarkan penggunaan QRIS karena dinilai lebih mudah, aman, dan terjangkau bagi semua kalangan, termasuk para pelaku UMKM yang menjajakan dagangannya di sepanjang jalan Blok Plan.
Dorong Digitalisasi Lewat TP2DD Upaya ini juga menjadi bagian dari kerja nyata Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Tidak hanya soal belanja, ke depan integrasi sistem digital ini diharapkan merambah ke berbagai sektor layanan publik di Gorontalo Utara.
Menariknya, peluncuran kawasan non-tunai ini berbarengan dengan momentum Gebyar UMKM 2026. Strateginya cukup jitu: BI dan pemerintah memperkuat daya saing UMKM dari sisi produksi dan pasar, sementara digitalisasi pembayaran memperkuat dari sisi efisiensi transaksi.
Dengan hadirnya kawasan non-tunai di Coffee Street, wajah Gorontalo Utara kini tampak lebih modern di usianya yang ke-19. Jadi, bagi warga yang ingin bersantai dan menikmati suasana malam di Blok Plan, pastikan saldo dompet digital Anda sudah terisi. (rls/luk)



