Jumat, Juli 17, 2026
28 °c
Gorontalo
27 ° Sab
26 ° Ming
24 ° Sen
24 ° Sel
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV

Pesan Terakhir Kaka RG yang Tak Dilupakan Erwin Ismail

by Lukman
Juli 17, 2026
Reading Time: 5 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on WhatsappShare On Twitter

GORONTALO, mimoza. tv– Duka atas kepergian Dr. (HC) H. Rachmat Gobel masih begitu terasa bagi Erwin Ismail. Di balik perbedaan warna politik, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Gorontalo itu justru kehilangan seorang tokoh yang selama ini ia anggap sebagai panutan.

Bagi Erwin, sosok yang kini menyandang Garai Ta Lo’o Lamahe Lipu bukan sekadar Ketua DPW Partai NasDem Gorontalo atau mantan Wakil Ketua DPR RI. Lebih dari itu, almarhum adalah seorang pemimpin yang tak pernah lelah berbicara tentang masa depan Gorontalo.

“Beliau bukan rival politik. Beliau adalah tokoh yang luar biasa. Dalam setiap pertemuan, yang selalu beliau titipkan kepada kami, terutama generasi muda, adalah bagaimana membangun Gorontalo,” ujar Erwin kepada mimoza.tv.

Orang Gorontalo Pertama di Rumah DukaErwin masih mengingat jelas malam terakhir sebelum Kaka RG berpulang.

Saat itu ia berada di Jakarta dan sempat bertemu dengan Rama Datau, keponakan sekaligus rekan bisnis almarhum, di salah satu kawasan ibu kota. Pertemuan mereka berakhir sekitar pukul 02.00 WIB.Tak lama setelah tiba di tempat tinggalnya, telepon dari Rama kembali berdering.

Kabar yang diterimanya membuat langkahnya berbalik.Kondisi Rachmat Gobel dikabarkan kritis.

“Karena mendapat kabar itu, saya langsung bergegas ke rumah beliau,” kenangnya.

Sekitar pukul 03.00 WIB, Kaka RG mengembuskan napas terakhir.

Erwin kemudian menghubungi ayahnya, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, untuk menyampaikan kabar duka tersebut.Meski hanya sempat berada di rumah duka beberapa saat karena harus mengejar penerbangan menuju Yogyakarta untuk melanjutkan agenda di Pacitan, Erwin mengaku bersyukur dapat memberikan penghormatan terakhir.

“Saya orang Gorontalo pertama yang datang ke rumah duka di Jalan Soepomo. Karena pagi itu saya harus berangkat ke daerah lain, saya memilih datang lebih awal,” ujarnya.

Kejutan yang Mengubah Cara Pandangnya

Hubungan Erwin dengan Rachmat Gobel semakin dekat sejak 2019.Saat itu, Rachmat Gobel baru saja terpilih menjadi anggota DPR RI, sementara Gusnar Ismail belum menjabat sebagai Gubernur Gorontalo.

Suatu ketika, Rachmat Gobel mengajak Gusnar Ismail berkunjung ke Jepang.Di sanalah Erwin menyaksikan sebuah momen yang hingga kini masih membekas di hatinya.

Tanpa diduga, Rachmat Gobel menyiapkan perayaan ulang tahun untuk Gusnar Ismail.”Tahun 2019 Pak Rachmat Gobel mengajak papa saya ke Jepang. Waktu itu papa saya belum menjadi apa-apa. Yang paling berkesan, beliau merayakan ulang tahun papa di Jepang. Itu kejutan yang luar biasa. Kami sebagai anak-anak bahkan belum pernah membuat perayaan seperti itu,” tutur Erwin.

Kalimat berikutnya diucapkan Erwin dengan suara yang mulai bergetar.

“Anak mana yang tidak tertegun melihat orang tuanya dimanusiakan oleh orang lain.”

Sejak saat itu, rasa hormatnya kepada Rachmat Gobel tumbuh semakin besar.Politik Boleh Berbeda, Persaudaraan Tetap Dijaga

Hubungan keduanya tidak berubah, bahkan ketika kontestasi politik menghadirkan pilihan yang berbeda.Sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Gorontalo, Erwin berada di jalur politik yang berbeda dengan Rachmat Gobel yang memimpin DPW Partai NasDem Gorontalo.

Namun setelah Pilkada Gorontalo 2024 usai, Rachmat Gobel justru menjadi salah satu tokoh yang pertama mengucapkan selamat atas terpilihnya Gusnar Ismail sebagai gubernur.

“Waktu bertemu di Jakarta, beliau bilang, ‘Win, selamat. Ternyata lo hebat.’ Beliau tidak pernah bertanya kenapa saya tidak mendukung orang yang beliau dukung. Yang beliau sampaikan justru ucapan selamat,” kenang Erwin.

Bagi Erwin, itulah pelajaran tentang kedewasaan politik.Bahwa kompetisi memiliki batas. Setelah itu, semua kembali kepada kepentingan yang lebih besar, yakni membangun daerah.”Tinggalkan Warna Partai”

Dua pekan sebelum wafat, Erwin kembali bertemu Rachmat Gobel saat pelantikan pengurus DPW Partai NasDem Gorontalo. Saat itu beberapa pengurus pusat Partai NasDem sempat bercanda mengajaknya bergabung.Jawaban Erwin justru mengundang senyum orang-orang yang berada di sekitarnya.”Saya bilang, cita-cita saya bukan menjadi politisi partai tertentu. Saya ingin menjadi Rachmat Gobel.”

Namun, yang paling membekas justru terjadi setelah sesi foto bersama.Erwin mengaku masih mengingat setiap kata yang diucapkan almarhum.

“Win, masa depan Gorontalo itu ada di tangan-tangan kalian anak muda. Siap tidak siap, suka tidak suka, kita-kita ini nanti sudah tidak ada. Kamu yang harus melanjutkan. Saya ingin membangun Gorontalo ini tidak ada beda-beda warna. Lepaskan baju partai. Yang ada hanya Gorontalo.”

“Bagi saya, kalimat itu luar biasa. Sampai hari ini masih terngiang di kepala saya,” kata Erwin.

Warisan yang Tak TernilaiDi rumahnya, Erwin masih menyimpan beberapa benda pemberian Rachmat Gobel.

Sebuah pulpen. Sebuah jam tangan.

Benda-benda sederhana yang kini memiliki makna jauh lebih besar daripada nilainya.

“Saya diberi pulpen, juga jam tangan agar selalu ingat waktu salat,” ujarnya.

Namun menurut Erwin, warisan terbesar yang ditinggalkan Kaka RG bukanlah benda-benda tersebut.Melainkan pesan yang terus diulang dalam hampir setiap pertemuan mereka.

“Beliau selalu bilang, saya tidak peduli kamu dari partai apa, warna apa, uangmu berapa, atau kamu anak siapa. Yang penting kita bangun Gorontalo bersama. Tinggalkan warna. Tinggalkan warna.”

Kini, sosok yang selalu mengulang kalimat itu telah berpulang.

Namun bagi Erwin Ismail, pesan tersebut tidak ikut dimakamkan bersama pemiliknya. Pesan itu justru menjadi amanah yang harus diteruskan generasi muda Gorontalo.

Sebab dari sekian banyak percakapan yang pernah mereka lakukan, Erwin mengaku hampir tidak pernah mendengar Rachmat Gobel berbicara tentang dirinya sendiri.

“Dari semua pertemuan kami, yang beliau bicarakan hanya satu. Gorontalo, Gorontalo, dan Gorontalo.”

Mungkin karena itulah, setelah kepergian Ta Lo’o Lamahe Lipu, yang paling dirindukan banyak orang bukan hanya sosok seorang politisi atau pengusaha. Melainkan seorang pemimpin yang selalu mengajak semua orang meninggalkan warna, lalu duduk bersama untuk memikirkan masa depan Gorontalo.

Penulis: Lukman

Tags: GobelGorontalo

Berita Terkait

Hari Ketujuh Wafatnya Rachmat Gobel, Dewan Adat Resmi Umumkan Garai “Ta Lo’o Lamahe Lipu”

Juli 16, 2026

Usai Polemik Kejagung-Polri, Forkopimda Gorontalo Kompak Ngopi Bareng

Juli 14, 2026
Tangkapan layar akun Facebook Papin Celebes, saat melakukan audiensi dengan Bupati Kabupaten Gorontalo, untuk rencana pembangunan monumen Rachmat Gobel.

Trader Papin Celebes Siapkan Monumen untuk Rachmat Gobel: “Jasanya Layak Dikenang Sepanjang Generasi”

Juli 13, 2026

Hormati Budaya Gorontalo, Sang Cahaya Diantar dengan Mobil Truk

B50 Mulai Berlaku, Aman untuk Mobil Diesel? Pakar ITB: Tak Perlu Khawatir, Asal Perawatannya Benar

“Ta Lo’o Lamahe Lipu”, Nama yang Kini Menjadi Warisan Rachmat Gobel untuk Gorontalo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

  • Login
  • Index Berita
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Sosial Budaya
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kabar Kampus
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lingkungan
    • Musik
    • Olahraga
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Sekitar Kita
    • Unik
No Result
View All Result

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version