GORONTALO, mimoza.tv – Lonjakan inflasi Provinsi Gorontalo pada Juni 2026 tidak terjadi begitu saja. Di balik inflasi bulanan sebesar 2,11 persen, terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga cukup tajam dan menjadi penyumbang utama inflasi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, cabai rawit menjadi komoditas yang memberikan tekanan terbesar terhadap inflasi dengan andil mencapai 0,66 persen. Kenaikan harga cabai rawit menjadi faktor dominan yang mendorong melonjaknya inflasi pada Juni.
Posisi berikutnya ditempati bawang merah dengan andil 0,38 persen, disusul tomat sebesar 0,22 persen. Sementara itu, beras dan ikan selar atau ikan tude sama-sama menyumbang inflasi sebesar 0,19 persen.
Komoditas lain yang turut memberikan tekanan terhadap inflasi yakni ikan layang atau ikan benggol (0,13 persen), bensin (0,07 persen), shampo (0,05 persen), ikan malalugis atau ikan sorihi (0,05 persen), serta daun bawang (0,04 persen).
Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Agus Sudibyo, M.Stat., mengatakan inflasi Juni masih didominasi oleh kenaikan harga komoditas pangan.
“Cabai rawit menjadi komoditas dengan andil inflasi terbesar pada Juni 2026. Selain itu, bawang merah, tomat, beras, dan ikan selar atau ikan tude juga memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap pembentukan inflasi di Gorontalo,” ujar Agus Sudibyo saat menyampaikan rilis resmi di Ruang Vicon Kantor BPS Provinsi Gorontalo, Rabu (1/7/2026).
Di sisi lain, terdapat sejumlah komoditas yang justru mengalami penurunan harga sehingga membantu menahan laju inflasi.
Komoditas penyumbang deflasi terbesar adalah daging ayam ras dengan andil -0,05 persen, diikuti ikan mujair (-0,04 persen). Selanjutnya telur ayam ras, ikan asap, emas perhiasan, dan popok bayi sekali pakai masing-masing memberikan andil -0,03 persen.
Sementara itu, bahan bakar rumah tangga, ketimun, dan parfum sama-sama mencatat andil deflasi sebesar -0,02 persen, sedangkan sandal anak menjadi komoditas dengan andil deflasi -0,01 persen.
Meski terdapat beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga, BPS menilai besarnya kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, khususnya cabai rawit dan bawang merah, membuat inflasi Gorontalo tetap melonjak pada Juni 2026.
“Beberapa komoditas memang mengalami penurunan harga sehingga menahan laju inflasi. Namun, tekanan dari kenaikan harga komoditas pangan masih jauh lebih besar sehingga inflasi bulan Juni tetap tercatat sebesar 2,11 persen,” pungkas Agus Sudibyo.
Penulis: Lukman



