Selasa, Mei 12, 2026
28 °c
Gorontalo
27 ° Sab
26 ° Ming
24 ° Sen
24 ° Sel
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
    • KABAR BHABINKAMTIBMAS
    • KABAR MILITER
  • Opini
  • Sekitar Kita
    • Gaya Hidup
      • Olahraga
      • Musik
      • KABAR NYIUR MELAMBAI
    • Pendidikan
      • Kabar Kampus
    • Kesehatan
      • Kuliner
    • Lingkungan
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Mimoza TV

Ada Dugaan Pungli PIP di MTs Muhammadiyah Kabila, Orang Tua Dimintai Setoran

by Lukman
Agustus 30, 2025
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Gambar hanya ilustrasi. Bukan gambar kejadian sebenarnya.

Gambar hanya ilustrasi. Bukan gambar kejadian sebenarnya.

Share on FacebookShare on WhatsappShare On Twitter

Gorontalo, mimoza.tv – Program Indonesia Pintar (PIP) sejatinya hadir untuk meringankan beban pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Namun, di lapangan, praktik yang terjadi justru jauh dari semangat tersebut.

Di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Muhammadiyah Kabila, sejumlah orang tua siswa mengaku dimintai biaya oleh pihak sekolah saat proses pencairan dana PIP tahun 2025.

Seorang wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut, dirinya diminta menyetor uang Rp37.500 dengan alasan untuk biaya materai dan tanda tangan administrasi. “Kita dimintai uang sebelum dana cair. Katanya untuk materai dan tanda tangan. Jumlahnya Rp37.500,” ungkapnya seperti yang mimoza.tv kutip dari Utinews.id, Sabtu (30/8/2025).

Baca juga

GCW Desak BK DPRD Provinsi Gorontalo Paripurnakan Putusan Etik Mustafa Yasin

Wujudkan Hak Pendidikan, Lapas Gorontalo Fasilitasi Ujian Paket A dan B bagi Warga Binaan

Tak berhenti di situ, orang tua siswa juga diminta menandatangani surat kuasa pencairan, yang memberi kewenangan kepada kepala sekolah untuk menarik dana PIP di Bank BRI unit Bone Pantai. “Dulu pencairannya dekat, sekarang jauh. Kita hanya disodorkan kuasa untuk ditandatangani,” tambahnya.

Praktik ini, menurut pengakuan orang tua, bukan kali pertama terjadi. Tahun 2024 lalu, mereka juga diminta biaya Rp50 ribu per siswa. Bahkan pada pencairan Jumat (29/8/2025), wali murid kembali ditagih untuk melunasi tunggakan SPP dan Iuran Pembangunan sebesar Rp25 ribu.

Ironisnya, sebagian besar orang tua penerima bantuan mengaku tidak tahu bahwa dana PIP seharusnya diterima penuh, tanpa potongan dan tanpa pungutan tambahan dari sekolah. Banyak yang terpaksa mengikuti aturan main karena khawatir bantuan untuk anak mereka akan terhambat jika menolak.

Padahal, regulasi sudah jelas. Berdasarkan Permendikbud No. 10 Tahun 2020, sekolah dilarang melakukan pemotongan apapun dalam pencairan PIP. Lebih tegas lagi, praktik semacam ini bisa dikategorikan sebagai pungutan liar (pungli) sebagaimana diatur dalam Perpres No. 87 Tahun 2016.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak MTs Muhammadiyah Kabila maupun Kepala Sekolah Rahmawati Latama belum memberikan klarifikasi terkait dugaan pungutan tersebut.

Penulis: Lukman.

Berita Terkait

Divisi Advokasi dan Litigasi GCW, Hirsam Gustiawan.

GCW Desak BK DPRD Provinsi Gorontalo Paripurnakan Putusan Etik Mustafa Yasin

Mei 11, 2026
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Gorontalo dengan memfasilitasi pelaksanaan Ujian Pendidikan Kesetaraan Paket A dan Paket B bagi warga binaan.
Pelaksanaan ujian berlangsung selama tiga hari di ruang pendidikan Lapas Gorontalo, Senin (11/5/2026), melalui program pembinaan yang dijalankan oleh PKBM Pengayoman Lapas Gorontalo. Foto: Humas Lapas kelas IIA Gorontalo.

Wujudkan Hak Pendidikan, Lapas Gorontalo Fasilitasi Ujian Paket A dan B bagi Warga Binaan

Mei 11, 2026

Pertanian Masih Dominan, Berikut Daftar Struktur PDRB Gorontalo Triwulan Pertama 2026

Mei 11, 2026

Angkatan Kerja Gorontalo Naik, Sektor Pertanian Masih Jadi Penopang Utama

Ekonomi Gorontalo Tumbuh 7,68 Persen pada Triwulan I 2026

Utang Negara Nyaris Rp10.000 Triliun, APBN Mulai Dihimpit Bunga dan Rupiah

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Disclaimer

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

  • Login
  • Index Berita
  • Kabar Daerah
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo
    • Bone Bolango
    • Boalemo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
  • Peristiwa
    • Nasional
    • Internasional
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Politik
    • Partai
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Sosial Budaya
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Kabar Kampus
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lingkungan
    • Musik
    • Olahraga
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Sekitar Kita
    • Unik
No Result
View All Result

© 2025 Mimoza TV - PT. Mimoza Multimedia Agus Salim St. 67 Gorontalo

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version