GORONTALO, mimoza.tv – Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan digital yang mencatut identitas tokoh publik. Kali ini, nama dan foto profil Ridwan Monoarfa diduga digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab melalui nomor WhatsApp yang bukan miliknya.
Melalui pesan yang beredar, Ridwan Monoarfa menyampaikan bahwa dirinya menerima laporan mengenai penggunaan foto pribadinya pada akun WhatsApp dengan nomor telepon yang tidak dikenalnya.
“Dengan hormat, minggu ini saya mendapat laporan foto saya dibajak, dan nomor telepon yang digunakan bukan milik saya dipakai untuk menipu. Atas hal tersebut mohon tidak ditanggapi,” tulis Ridwan dalam keterangannya, Sabtu (27/6/2026).
Peringatan serupa kemudian disebarluaskan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati apabila menerima pesan, panggilan telepon, maupun permintaan tertentu dari nomor baru yang mengatasnamakan dirinya.
Masyarakat diimbau untuk tidak langsung mempercayai setiap komunikasi yang menggunakan foto profil atau nama seseorang. Pelaku penipuan kerap memanfaatkan identitas tokoh yang dikenal masyarakat untuk memperoleh kepercayaan calon korban.
Apabila menerima pesan mencurigakan dari nomor yang mengatasnamakan Ridwan Monoarfa, masyarakat disarankan melakukan konfirmasi terlebih dahulu melalui nomor yang selama ini digunakan atau kepada pihak keluarga maupun orang terdekat yang dapat memastikan kebenaran informasi tersebut.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak memberikan data pribadi, kode verifikasi (OTP), maupun melakukan transfer uang sebelum memastikan identitas pengirim.
Fenomena pencatutan identitas melalui aplikasi perpesanan bukan hal baru. Modus ini umumnya dilakukan dengan membuat akun WhatsApp menggunakan nomor berbeda, kemudian memasang nama dan foto profil orang lain agar terlihat meyakinkan. Dalam banyak kasus, pelaku selanjutnya menghubungi relasi korban dengan berbagai alasan, mulai dari meminjam uang, meminta bantuan transaksi hingga memperoleh data pribadi.
Karena itu, kewaspadaan menjadi benteng utama agar tidak menjadi korban penipuan digital.
Masyarakat diingatkan untuk selalu memverifikasi setiap permintaan yang bersifat mendesak, terutama jika berasal dari nomor yang belum pernah digunakan sebelumnya.
Bila menemukan dugaan pencatutan identitas atau menjadi sasaran modus serupa, masyarakat juga dianjurkan segera melaporkannya kepada pihak kepolisian maupun kepada platform terkait agar akun yang disalahgunakan dapat segera ditindaklanjuti.
Penulis: Lukman



